Free Web Space | BlueHost Review  

          HOME | PERKANDANGAN | PAKAN | PEMELIHARAAN | KESEHATAN | RECORDING | SELEKSI | REPRODUKSI

 

   Rencana Penghapusan PPN Pertanian

   Ada kabar terbaru dari dalam negeri yaitu    seputar rencana penghapusan Pajak    Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang    pertanian yang diambil dari sumbernya.........

 


     http://www.iptek.net.id
     http://www.peternakan.com
     http://www.glory-farm.com/
     http://www.agribusinessclub.com/  
     http://www.poultryindonesia.com  
     http://balitnak.litbang.deptan.go.id  
     






  





 
Sunday, 13-Nov-2005 10:58

 

Pemeliharaan


1. Pemeliharaan Induk Kambing

Perawatan induk kambing

Pemeliharaan kambing betina dewasa dimulai dari usia 16 bulan dan seterusnya. Agar dapat dijadikan induk yang baik harus sering dikeluarkan untuk merumput sendiri karena selain lebih ekonomis juga selektif terhadap makanan. Pemberian pakan untuk induk kambing sebanyak 8 kg/ekor dan makanan penguat 0,25 kh/ekor agar proses reproduksi dapat berjalan lancar. Hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah :

  • Pemeliharaan badan yakni dengan memandikannya sesering mungkin agar kotoran yang melekat dapat terbuang.
  • Pemotongan kuku, dilakukan pada bagian kuku depan dan belakang dengan tujuan agar ternak dapat bertumpu pada kaki dengan benar tanpa terganggu hal-hal lain. Pemotongan ini dilakukan setiap 4 bulan dengan menggunakan alat khusus atau pisau pemotong kuku pada ternak. Kuku yang dipotong adalah bagian lapisan tanduk pada telapak kaki sampai menjadi rata atau menjadi sedikit cekung sehingga kembali pada bentuk kuku yang normal.
  • Sebaiknya kambing sering dikeluarkan dari kandang secara periodik untuk merumput di padang penggembalaan. Hal ini bermaksud untuk melatih otot-otot tubuh agar dapat berproduksi dan bereproduksi dengan baik

Perawatan induk bunting

Perawatan yang diperlukan :

  • Makanan perlu diperhatikan secara teratur, yakni dengan takaran hijauan pakan sebanyak 8 kg/ekor dan makanan penguat sebanyak 0,40 kg/ekor per hari.
  • Memberikan keleluasaan untuk bergerak secara alami untuk memperlancar foetus pada saat melahirkan, tetapi hindari dari benturan dengan benda ataupun sesama kambing lainnya dan karenanya lebih utama jika dipisahkan.
  • Pada kambing type perah, pemerahan dihentikan kurang lebih 30 hari sebelum melahirkan agar kambing dapat beristirahat dengan baik.
  • Menjelang kelahiran perhatikan kualitas makanan dengan baik dan bersihkan alas dari kotoran dan lapisi dengan jerami kering, bulu dan kotoran disekitar ambing pun dibersihkan agar terhindar dari penyakit yang rawan menyerang cempe.


Perawatan induk menyusui

Kambing dapat diperah 7 – 10 bulan tergantung type dan kondisi, sehingga dalam usia 3 tahun dapat beranak 2 kali dan dapat diperah selama 2 periode laktasi. Produksi air susu akan naik sedikit demi sedikit sampai bulan ke-2, selanjutnya produktivitas konstan pada bulan ke-3, dan kemudian berangsur-angsur menurun. Selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua dan baru melahirkan.


Makan dan minum

Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :

  • Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
  • Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.


2. Memelihara Anak Kambing

Penanganan kelahiran

  • Jika saat kelahiran posisi anak tidak dalam keadaan normal, maka diperlukan bantuan untuk memposisikannya dengan mengembalikan posisi kepala di antara kedua kaki depan dan menghadap ke vulva
  • Apabila anak setelah lahir tidak dapat bernafas maka secepatnya diberikan pernapasan buatan dengan meniup mulutnya atau memijat/menekan-nekan sisi dada dan mengangkat tubuh bagian belakang.
  • Anak kambing yang baru lahir harus segera dibersihkan dengan lap bersih. Hidung dan mulutnya dibersihkan dari selaput plasenta dan tali pusar dipotong sepanjang 5 cm dan luka potong diolesi yodium tinctur. Pemotongan dianjutkan menggunakan gunting yang steril.
  • Agar anak cepat berdiri sebaiknya diletakkan dalam box dengan alas jerami kering, dan dipisahkan dari induknya sampai benar-benar berdiri dan hendak menyusui.
  • Sebelum anak menyusui, sebaiknya bagian belakang (pelvis) dan ambing induk dibersihkan dengan air hangat yang dicampur desinfektan. Tempat menyusui juga harus dalam keadaan bersih dan secara berkala diganti.


Pemberian kolostrum dan air susu

  • Anak kambing yang baru berdiri biasanya secara alami mencari susu induknya karena itu usahakan posisi cempe berdekatan dengan induknya agar dapat menyusui. Air susu pasca kelahiran, biasa disebut kolostrum sangat baik bagi pertumbuhan awal cempe karena merupakan susu berprotein tinggi.
  • Kolostrum biasanya dikeluarkan induk selama 1 minggu dan sebaiknya dimanfaatkan bagi anak akan tetapi pada awal keluar kolostrum sebaiknya dibuang sedikit agar bakteri dan zat bahaya lain akan ikut terbuang. Kolostrum mengandung antibodi, dan bekerja sebagai laxantia (pada manusia bereaksi kurang baik karena menyebabkan diare) yang membantu pencernaan dan mengeluarkan muconium (kotoran hitam dalam usus).
  • Jika dalam keadaan tertentu induk tidak dapat memberikan susu pertama (kolostrum) maka dibuat campuran susu sapi, susu bubuk atau susu kambing, tambahkan minyak ikan, 1 butir telur ayam dan setengah sendok makan gula pasir, aduk hingga merata dan berikan 200 – 300 cc/hari. Cara pemberiannya menggunakan botol susu (dot bayi manusia). Berikan langsung 3-4 kali dengan letak botol lebih tinggi.
  • Selama menyusui cempe harus terawasi dengan baik karena mudah terinfeksi, karena itu perlu perawatan yang baik dan makanan yang terseleksi.


Penyapihan

Cempe mulai disapih pada usia 3 bulan dengan cara penghentian bertahap.Selanjutnya adalah memberikan makanan pengganti berupa hijauan berkualitas baik dan tidak lebih dari 4 kg dengan cara yang bertahap pula agar tidak stress dan juga membantu adaptasi organ pencernaan yang belum berjalan sempurna. Makanan penguat diberikan tidak lebih dari 0,20 kg dalam bentuk bubur atau dicampur air hangat sebanyak sekali dalam sehari. Jika cempe lebih dari seekor maka sebaiknya dipisahkan agar memudahkan pengawasan. Selama awal masa penyapihan posisi kandang cempe sebaiknya berdekatan dengan induk agar cempe tidak terlalu stress. Setelah usia 6 bulan lebih dapat dikatakan sebagai kambing muda dan baru dapat dikelompokkan dalam kandang bersama sesuai jenis kelamin masing-masing.

Penimbangan

Penimbangan dilakukan secara berkala agar pemantauan pertumbuhan kambing menjadi dewasa dapat dievaluasi dengan baik. Catatan pertambahan bobot dari waktu ke waktu sangat penting sebagai parameter usaha penggemukan ternak, juga tak kalah pentingnya catatan keterangan lain misalnya karena sakit maka bobot menurun dan lain sebagainya.


3. Memelihara ternak Muda

Kastrasi

  • Kambing jantan yang akan digemukkan dan bukan merupakan penjantan pemacak sebaiknya dikastrasi untuk menghasilkan karkas yang lebih baik. Prinsip kastrasi adalah pemutusan saluran yang menghubungkan testes sehingga tidak dapat membuahi dan akhirnya konsentrasi pertumbuhan ke arah perbaikan tubuh, bukan kelamin. Sebaiknya kambing dikastrasi sebelum umur 8 bulan agar terhindar dari cekaman dan pendarahan yang hebat.
  • Kastrasi dapat dilakukan dengan proses tertutup yakni pembedahan secara langsung, akan tetapi cara ini dipandang tidak efektif sehingga ditempuh dengan cara terbuka yakni : 1). Dapat menggunakan obat-obatan atau preparat hormon tertentu yang berbentuk tablet kecil dan dengan alat khusus dimasukkan dibawah kulit, 2). Dijepit menggunakan karet (elastrator) menggunakan alat khusus sehingga saluran pada pangkal scrotum akan terjepit dan 2-3 minggu kemudian putus dengan sendirinya. 3). Dengan menggunakan tang Burdizo untuk memutuskan saluran yang menghubungkan testes tersebut. Dua cara terakhir merupakan hal yang paling mudah dan populer untuk dilakukan akan tetapi cara terakhir memerlukan waktu yang cukup singkat untuk mengetahui keberhasilan kastrasi ini.

Dewasa kelamin

  • Dewasa kelamin yaitu pada saat ternak memasuki masa birahi yang pertama kali dan siap melaksanakan proses reproduksi.
  • Dewasa kelamin pada kambing jantan yaitu dimulai pada usia 8 bulan, sedangkan kambing betina pada usia 15 bulan.

Dewasa tubuh

  • Dewasa tubuh yaitu pada saat ternak siap untuk dikawinkan. Kesiapan tersebut dengan mempertimbangkan kesiapan organ reproduksi dan bagian tubuh lainnya. Perkawinan sebelum mencapai dewasa tubuh dapat berakibat kegagalan reproduksi ataupun ketidaksempurnaan kelahiran yang dapat berakibat fatal.
  • Dewasa tubuh pada kambing jantan yaitu usia 8 - 12 bulan, sedangkan kambing betina pada usia 15 bulan.

Makanan dan minuman

Selama kambing muda tidak dikeluarkan atau berada dalam kandang, pemberian rumput atau hijauan pakan tidak lebih dari 5 kg/ekor dan makanan penguat 0,25 kg/ekor.

Perawatan dan kesehatan

  • Kambing pada usia ini harus sudah dipisahkan dalam kandang kelompoknya masing-masing, tidak disatukan antara jantan dan betina.
  • Sebaiknya kambing dikeluarkan dari kandang 1-2 kali dalam seminggu untuk belajar merumput sendiri di padang penggembalaan. Hal ini bermaksud pula dalam melatih otot-otot tubuh agar nantinya dapat berproduksi dan bereproduksi dengan baik

4. Pemeliharaan Pejantan

Makanan dan minuman

Pemberian pakan bagi pejantan yakni hijauan tidak kurang dari 10 kg/ekor dan makanan penguat 0,50 kg/ekor per hari.

Perawatan kesehatan

  • Untuk memudahkan pejantan dikawinkan maka perlu diupayakan latihan agar ternak jinak dan mudah dikuasai serta dirawat. Latihan dapat dilakukan dengan cara memegang-megang tubuh pejantan setiap hari sampai terbiasa, dan setelah terbiasa barulah belajar dengan cara menggunakan tali leher agar lebih mudah dikendalikan pada saat kawin.
  • Pemeliharaan dan perawatan pada pejantan tidak berbeda jauh dengan perawatan pada betina dewasa, seperti : pemeliharaan badan, pemeliharaan kuku dan gerak badan.

Dewasa kelamin & dewasa tubuh

Batas usia kambing jantan sebagai kambing pemacak untuk mengawini kambing betina dewasa bisa mulai pada usia 8 bulan dan sudah bisa dipergunakan 1 kali seminggu. Pada usia 12 bulan dapat dipergunakan sebagai pemacak 2 kali setiap minggu dan pada usia 15 bulan 3 kali seminggu. Pada umur di atas 20 bulan dapat dipergunakan sebagai pemacak 4 kali seminggu, tetapi setelah diistirahatkan 2 minggu untuk mengembalikan vitalitasnya.

 

 

Daftar Pustaka :

1. Murtidjo, Bambang Agus, Memelihara Kambing, Sebagai Ternak Potong dan Perah, Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 1993.

2. Devendra, Goat Production In The Tropics, Commonwealth Agricultural Bureaux, 1983.

3. Berbagai buku dan sumber lainnya

 

 

 

 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Copyright @ 2005 Kampoeng_Ternak. All right reserverd