Free Web Space | BlueHost Review  

          HOME | PERKANDANGAN | PAKAN | PEMELIHARAAN | KESEHATAN | RECORDING | SELEKSI | REPRODUKSI

 

   Rencana Penghapusan PPN Pertanian

   Ada kabar terbaru dari dalam negeri yaitu    seputar rencana penghapusan Pajak    Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang    pertanian yang diambil dari sumbernya.........

 


     http://www.iptek.net.id
     http://www.peternakan.com
     http://www.glory-farm.com/
     http://www.agribusinessclub.com/  
     http://www.poultryindonesia.com  
     http://balitnak.litbang.deptan.go.id  
     






  





 
Sunday, 13-Nov-2005 10:55

 

Pakan

 

Syarat ransum

  • Ransum pada ternak diharuskan memberikan manfaat berupa nutrisi penunjang hidup pokok, aktivitas pertumbuhan, produksi serta reproduksi ternak dalam komposisi seimbang, tidak beracun, tidak merugikan kesehatan ternak, memiliki palatabilitas tinggi sehingga disukai ternak, diharapkan murah, mudah didapat dan diolah serta tidak bersaing dengan manusia dalam hal penggunaan sebagai bahan makanan.

Dasar penyusunan

  • Ransum pada ternak kambing terbagi menjadi 2 bagian yakni hijauan dan konsentrat
  • Hijauan pakan, merupakan makanan kasar yang terdiri dari hijauan pakan yang dapat berupa rumput lapangan, limbah hasil pertanian, rumput jenis unggul yang telah diintroduksikan dan beberapa jenis leguminosa (kacang-kacangan). Hijauan merupakan makanan utama bagi ternak ruminansia dan berfungsi sebagai sumber gizi yaitu protein, sumber tenaga, vitamin dan mineral.
  • Konsentrat, merupakan makanan penguat yang terdiri dari bahan baku yang kaya karbohidrat dan protein, seperti jagung kuning, bekatul, dedak, gandum dan bungkil-bungkilan. Pada umumnya kandungan serat kasar konsentrat ini kurang dari 18 persen sehingga mudah untuk dicerna ternak.

Perhitungan kebutuhan

  • Formulasi makanan kambing sebagian besar terdiri dari makanan kasar atau hijauan pakan. Rata-rata seekor kambing membutuhkan makanan kasar 7 kg, yang dapat diberikan 2 kali dalam sehari, pagi dan sore. Tetapi bila kambing digembalakan atau merumput sendiri, maka hanya perlu diberi makanan penguat.
  • Ada dua alternatif formulasi makanan untuk kambing sesuai dengan cara pemeliharaannya, yaitu :
  • Formulasi makanan kambing yang dipelihara semi intensif dengan penggembalaan. Komposisi makanan yang dibutuhkan adalah :

Tabel 1. Komposisi Makanan Penguat untuk Kambing yang Dipelihara Semi Intensif

Bahan Baku Makanan

Jumlah (%)

Bekatul
Bungkil kelapa
Tepung tulang
Garam

60
33
5
2

Jumlah

100

Tabel 2. Jumlah Pemberian Makanan Penguat untuk Kambing yang Dipelihara Semi Intensif

Klasifikasi Kambing

Jatah Makanan Penguat (%)

Cempe pasca sapih
Kambing muda
Kambing induk dewasa
Kambing jantan dewasa
Kambing induk bunting
Kambing induk menyusui/laktasi

0,20
0,25
0,30
0,50
0,35
0,40

Catatan : Makanan penguat diberikan dalam bentuk bubur atau disiram air panas

  • Formulasi makanan kambing yang dipelihara intensif dengan dikandangkan. Komposisi makanan yang dibutuhkan adalah :

Tabel 3. Komposisi Makanan Penguat untuk Kambing yang Dipelihara Intensif

Bahan Baku Makanan

Jumlah (%)

Bekatul
Jagung kuning giling
Bungkil kelapa
Bungkil kedelai
Tepung tulang
Garam

60
10
18
5
5
2

Jumlah

100

Tabel 4. Jumlah Pemberian Makanan Penguat untuk Kambing yang Dipelihara Intensif

Klasifikasi Kambing

Makanan Kasar
(kg)

Makanan Penguat
(kg)

Cempe pasca sapih
Kambing muda
Kambing induk dewasa
Kambing jantan dewasa
Kambing induk bunting
Kambing induk menyusui/laktasi

4
5
8
10
8
8

0,20
0,25
0,25
0,50
0,40
0,45

Catatan : Makanan penguat diberikan dalam bentuk bubur atau disiram air panas


Zat-zat pakan dan sumbernya

Pada dasarnya penyusunan pakan kambing diupayakan memenuhi semua sumber nutrisi yang dibutuhkan, meliputi :

  • Sumber energi, termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu :
    • Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
    • Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)
    • Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
    • Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (r. gajah, r. benggala, r.setaria)
  • Sumber protein, meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman), dan dibedakan menjadi 3 kelompok :
    • Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)
    • Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero
    • Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya)
  • Sumber vitamin dan mineral. Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap pakan akan mempengaruhi konsentrasi kendungan vitamin dan mineralnya. Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.

 

 

Daftar Pustaka :

1. Murtidjo, Bambang Agus, Memelihara Kambing, Sebagai Ternak Potong dan Perah, Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 1993.

2. Devendra, Goat Production In The Tropics, Commonwealth Agricultural Bureaux, 1983.

3. Berbagai buku dan sumber lainnya

 

 

 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Copyright @ 2005 Kampoeng_Ternak. All right reserverd